Rasa Yang Aku Rasakan
Eeemmmm hari ini aku g tau lagi aku harus nyurahin perasaan ku ke sapa kecuali dengan menari-narikan jari2 tangan ku di atas keybord dan menatap layar komputer yang telah menjadi saksi tentang kesedihan dan air mata ku saat mencurahkan tulisan dan perasaan ini.
Bulan kemaren dan bulan ini aku ngesarakan rasa bosan yg sangat amat, rasa yang begitu berkecamuk antara bosan, jenuh,sedih, dan binggung ,aku ngerasakan rasa sulit sekali untuk mendapatkan kebahagian seperti dulu.
Aku kangen akan masa lalu ku, aku kangen teman-teman ku, aku kangen keluarga yg harmonis seperti dulu, aku kangen Hani, Titik, Anis, Ozic dan juga Miftah(meskipun dy mantan ku dan aku udah g ada perasaan lagi ke dy tapi aku kangen akan sikap dy yang selalu membuat aku terus tersenyum). Mereka semua adalah temen-teman yang sangat mengerti aku, mangerti tetang sikap ku, mengerti apa yang aku rasakan, mengerti apa yg aku maksud tanpa harus mengutarakannya. Aku bener2 bosan Tuhan….. akan kehidupan ku yang sekarang hanya ada tangis,tangis,tangis, dan tangis.
Setiap hariĀ dari buka mata selalu itu2 saja yg aku lakukan tanpa ada perubahan yang indah.Tiap hari masak, berangkat kerja, di tempat kerja juga gini2 aja trus pulang malem abis itu di kos san sampaek pagi, belom lagi sama masalah yang g jelas, masalah orang rumah, gosip orang2, dan berntem sama pacar. Aku benar2 jenuh,jenuh,jenuh,jenuh dan jenuh.
Aku memang memiliki seorang calon suami tapi hubungan kami udah g sehamornis dulu lagi, aku g tau kenapa. Aku tau dy memang sayang dan cinta sama aku, dy perhatian, dy juga peduli sama aku, tapi dy kurang memahami akan dirimu dy belum bisa membuat aku tenang bahkan setenang mungkin di sisinya saat aku lagi ada masalah atau g ada masalah. Sifat dy yg begitu pendiam n tertutup membuat aku sulit utk mengerti dirinya, padahal aku sama selali benci di buat penasaran, aku benci teka-teki dan aku juga bosan bila dy membuat teka-teki itu. Kami berdua masih saling membesarkan ego masing2. Aku sayang sama dy Tuhan… tapi aku g tau lagi , aku g tau lagi aku harus bersikap gimana untuk bisa membuat hati kami sama2 tenang dan nyama saat bersama. Aku ingin merasakan indahnya cinta n kenyaman seperti dulu saat kamiĀ sedang berdua seperti dulu. Aku masih inget bgt kata2 dy yg nyampek skrg mbuat aku terpukul dan ngerasakan sakit hati bila mengingatnya, dy mengatakan bahwa dy sudah ada di titik jenuh jauh lama sebelum aku merasakannya yaitu sebelum bulan puasa. Ya Tuhan…. betapa teriris-iris hati ku saat mendengarnya, tapi aku hanya memilih diam.
Mungkin aku memang orang tolol, dan pengecut yang g bisa menerima kenyataan untuk masa ini dan lebih condong berfikir untuk kembali dan memiliki masa lalu itu.
Aku rindu aku yg dulu selalu tersuyum, jalan2 sama anak2 dan teriak2 serta guyon2 g jelas.
Tapi aku sadar bahwa aku sudah meninggalkan masa itu, dan sekarang menghadap masa yang sekarang masa yang mungkin pahit dan berat untuk aku jalanni.Tapi harapan ku untuk tersenyum kembali adalah calon suami ku aku yakin dy bisa membuat aku tersenyum n membuat aku menjadi wanita yg paling bahagia di dunia ini, Amin